Kunjungan Dinas TPHP Kabupaten Muara Enim ke RPH-R Fakultas Peternakan IPB Bahas Studi Kelayakan Pendirian RPH-R
Bogor, 11 Februari 2026 — IPB University menerima kunjungan dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, pada Rabu (11/02/2026). Kunjungan ini dilaksanakan di Rumah Potong Hewan Ruminansia (RPH-R) Fakultas Peternakan dalam rangka penjajakan dan penguatan kerja sama untuk studi kelayakan pendirian RPH-R di Kabupaten Muara Enim.
Rombongan Dinas TPHP Kabupaten Muara Enim dipimpin oleh Budi Jhonson, S.P., M.Si selaku Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Muara Enim. Turut hadir dalam kegiatan tersebut drh. Slamet Mulyono (Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan), drh. Rendy Yoenistyawan (Medik Veteriner Ahli Muda), Maharani, S.Pt (Pengawas Bibit Ternak Ahli Muda), serta Erika Aprianti, S.Pt (Pengawas Bibit Ternak Ahli Pertama).
Kedatangan rombongan disambut oleh Prof. Asep Gunawan selaku Kepala Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan (IPTP), bersama Dr. Henny Nuraini, Dr. M. Baihaqi, dan Edit LA, M.Sc. Pertemuan diawali dengan diskusi mengenai peran strategis RPH-R dalam menjamin ketersediaan daging yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH), sekaligus sebagai bagian penting dalam sistem kesehatan masyarakat veteriner.
Dalam sambutannya, Prof. Asep Gunawan menyampaikan bahwa RPH-R Fakultas Peternakan IPB tidak hanya berfungsi sebagai sarana praktikum dan penelitian, tetapi juga sebagai model penerapan standar teknis dan manajemen pemotongan ternak ruminansia yang sesuai dengan regulasi dan prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare). Hal ini menjadi aspek penting dalam penyusunan studi kelayakan, terutama terkait desain fasilitas, alur proses pemotongan, biosekuriti, serta sistem jaminan keamanan pangan asal hewan.
Budi Jhonson, S.P., M.Si menyampaikan bahwa Kabupaten Muara Enim memiliki potensi pengembangan sektor peternakan ruminansia yang cukup besar, sehingga diperlukan fasilitas RPH-R yang representatif dan memenuhi standar teknis. Melalui kerja sama dengan Fakultas Peternakan IPB, diharapkan kajian studi kelayakan dapat disusun secara komprehensif, mencakup aspek teknis, ekonomi, sosial, lingkungan, serta regulasi.
Selama kunjungan, rombongan meninjau langsung fasilitas RPH-R, mulai dari kandang penampungan (lairage), ruang pemotongan, hingga ruang penanganan karkas dan limbah. Diskusi teknis juga dilakukan terkait kapasitas pemotongan, standar Nomor Kontrol Veteriner (NKV), pengelolaan limbah serta tata kelola operasional yang efisien dan berkelanjutan.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal kolaborasi yang lebih luas antara Pemerintah Kabupaten Muara Enim dan IPB University dalam mendukung pembangunan infrastruktur peternakan yang modern, higienis, dan berorientasi pada perlindungan kesehatan masyarakat. Kerja sama ini sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam memberikan pendampingan ilmiah dan teknis bagi pemerintah daerah dalam pengembangan sektor peternakan yang berdaya saing.
#IPB Didgaya
#IPB Berdampak



