Dr. Afton Tergabung Dalam Dospulkam 2025: Manfaat dan Aplikasi Katulac untuk Peternakan Sapi Perah di Koperasi Susu SAE Pujon Kabupaten Malang Jawa Timur

Ternak perah adalah ternak ruminansia yang memproduksi susu melebihi kebutuhan anaknya dan tetap mempruduksi susu walaupun anaknya sudah tak minum susu. Manusia memanfaatkan susu tesebut sebagai minuman sehat dan bergizi. Ternak perah akan memproduksi susu dipengaruhi faktor genetik dan faktor lingkungan. Setela anak ternak perah terbentu setelah terjadinya fertilisasi, maka factor genetic sudah terbentuk dan selanjutnya factor lingkungan yang mempengaruhi produktivitas. Factor lingkungan mampu mempengaruhi 70 % dari produktivitas. Factor lingkungan adalah segala sesuatu diluar factor genetic antra lain pakan, lingkungan sekitar ( suhu, kelembaban, Cahaya matahari), kandang dan penyakit.

Produksi susu dan nutrient di dalam susu sangat tergantung pakan ternak yang dikonsumsi. Paka ternak terdiri atas pakan hijauan, konsentrat dan feedaditif atau pakan tambahan. Daun katuk ( Sauropus androgynus ) termasuk hijauan pakan ternak. Daun katuk jangan jadi pakan utama atau pemberian Tunggal terutama untuk ternak perah. Daun katuk merupakan tanaman indogenius di Indonesia umumnya dimanfaatkan sebagai sayuran oleh manusia terutama ibu ibu yang sedang menyusui. Tanaman katuk atas varian Zanzibar, Bester, Paris dan Kebo. Kadar protein katuk 26 – 40 % tergantung varietas.

Katulac adalah daun katuk yang telah dipolarisasi sebagai feedaditif bagi ternak ruminansia termasuk sapi perah. Katulac merupakan produk inovasi dari pakar IPB University. Katulac diberikan dalam bentuk pelled dan diberikan 100 gram perekor perhari bersamaan dengan pemberian konsentrat pada pagi hari. Katuk depolarisasi cara kerja senyawa aktif yaitu (1) aksi hormonal langsung dan tak langsung, (2) aksi metabolime. Dari ekstrak kasar 24,46 % daun kering terdapat:

  1. Fraksi air 71, 90 %. Fraksi air mempunyai efek samping lebih dominan
  2. Fraksi heksan 18.06 %, merupakan anabolic steroid
  3. Fraksi etil asetat 10.04%, sebagai penghambat lipoprotein

Pada ternak perah mempunyai khasiat yaitu:

  1. Meningkatkan produksi susu, kualitas susu dan citaraa
  2. Memperbaiki pertambahan bobot badan harian
  3. Memperbaiki kolostrum dan susu kolostrum dan meningkatkan pertumbuhan pedet
  4. Menekan kejadian mastitis

Nutrient atau kualitas susu berasl dri akan yang dicerna disaluran pencernaan. Pakan yang tidak dicena akan menjadi kotoran dan dubuang melalui anus. Pakan yang ducerna akan diserap dari rumen dan usus halus masuk ke pembuluh darah. Zat aktif pada katulac berfungsi untuk menurunkan pakan yang tidak dicerna dan peningkatkan kecernaan. Nutrient yang ada di saluran darah merupakan precursor untuk nutrient susu dan katulac meningkatkan efisiensi. Katulac dapat berfungsi meningkatkan jumlah alveolus pada ambing sebelum sapi beranak. Katulak diberkan 20 hari sebelum beranak dan diberkan juga setelah beranak. Pada rumen, katulac akan terlibat dalam proses fermentasi dengan meningkatkan aktivitas metabolism dan perbanyakan mikroba rumen sehingga terjadi peningkatan Volatyl Fatty Acid atau VFA.

      Program DESPULKAM pada Koperasi Susu SAE Pujon Malang berupa sosialisasi Inovasi IPB University dan sarasehan Upaya perbaikan produktivitas da Kesehatan sapi perah. Program dilakukan 15 Juli 2025 pukul 09.00 – 11.30 di Aula Koperasi Susu SAE Pujon. Metoda program berupa presentasi dan diskusi. Narasumber dan materi presentasi adalah

  1. Prof. Dr. Drh. Agik Suprayogi, M.Sc.,  tentang Katuk Depolarisasi  (katulac) Meningkatkan Produktivitas Sapi Perah
  2. Dr. Ir. Afton Atabany, M.Si., tentang Rekayasa Pakan Meningkatkan Produktivitas Sapi Perah
  3. Dr. Drh. Ronald Tarigan, M.Si., tentang Lingkungan Nyaman MeningkatkanProduktivitas Sapi Perah
  4. Dr. Drh. Deni Setyo Wibowo., tentang Penanganan dan Kasus Lapang Penyakit Sapi Perah

Kegiata dihadiri dan dibuka oleh Ketua Umum Koperasi Susu SAE Pujon bapak Muhammad Niam Soffi  beserta pengurus koperasi lainnya serta 56 orang ketua kelompok sapi perah di wilayah kerja koperasi. Kegiatan tindak lanjut adalah melakukan pendampingan penggunaan Katulac pada sapi perah seluruh ketua kelompok sebagai percontohan tentang kualitas dan manfaat Katulac. Para pendampng adalah 3 orang sajana kedokteran hewan yang sedang koasisten. Setiap ketua kelompok diberikan pakan pellet Katulak, masing masing 1 kg. pencatatan data hasil penggunaan Katulac akan dilaporkan dan dicatat oleh para pendamping.

Peserta sosialisasi memperhatikan materi presentasi dengan baik dan tenang. Pertanyaan dan diskusi sangat baik. Pertanyaan lebih banyak ditujukan tentang Katulak. Hal ini membuktikan bahwa para ketua kelompok sangat berminat dengan penggunaan Katulac.