Departemen IPTP Fakultas Peternakan IPB Gelar Kuliah Tamu Bersama Seoul National University Bahas Teknologi PGC untuk Konservasi Genetik Unggas
Bogor, 8 Mei 2025 — Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan (IPTP), Fakultas Peternakan IPB University, kembali menggelar kegiatan guest lecture berskala internasional sebagai bagian dari upaya peningkatan atmosfer akademik dan kolaborasi global. Pada kesempatan kali ini, Departemen IPTP menghadirkan narasumber dari Graduate School of International Agricultural Technology, Seoul National University (SNU), Korea Selatan, dalam kuliah tamu yang bertajuk:
“Primordial Germ Cell Technology to Support Poultry Genetic Resources Conservation.”
Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 8 Mei 2025, pukul 14.00 hingga 16.00 WIB, bertempat di Ruang Pascasarjana Animal Production and Technology, Fakultas Peternakan IPB University, Dramaga, Bogor. Kuliah tamu ini dihadiri oleh 24 orang mahasiswa pascasarjana, yang berasal dari berbagai program studi terkait di lingkungan Fakultas Peternakan maupun fakultas lain yang memiliki ketertarikan pada bidang bioteknologi, genetika, dan konservasi ternak.
Teknologi PGC sebagai Solusi Strategis Konservasi Unggas Lokal
Dalam pemaparan yang disampaikan oleh perwakilan Seoul National University, dijelaskan bahwa teknologi sel germinal primordial (Primordial Germ Cell/PGC) merupakan salah satu pendekatan canggih dalam bioteknologi reproduksi yang memiliki potensi besar untuk mendukung konservasi sumber daya genetik unggas, khususnya plasma nutfah unggas lokal yang mulai menghadapi ancaman kepunahan akibat industrialisasi dan degradasi habitat.
PGC adalah sel prekursor yang nantinya berkembang menjadi sel kelamin (sperma atau ovum) pada hewan. Melalui manipulasi dan transplantasi PGC, memungkinkan dilakukan pelestarian dan regenerasi individu unggas langka atau lokal melalui teknik kriopreservasi, kultur in vitro, dan teknologi chimeric host. Proses ini menawarkan alternatif strategis dan efisien dibandingkan metode konservasi konvensional seperti pemeliharaan in situ atau bank genetik berbasis gamet dewasa.
Dalam sesi diskusi, mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan berbagai pertanyaan yang mencakup aspek teknis, etika, hingga potensi implementasi teknologi PGC pada unggas lokal Indonesia seperti ayam Kedu, ayam Pelung, atau itik lokal. Pembicara dari SNU juga menyoroti pentingnya kerja sama internasional untuk memperkuat kapasitas riset dan pengembangan teknologi ini di negara-negara Asia yang kaya akan keragaman genetik ternak, termasuk Indonesia.
Penguatan Kolaborasi Internasional dalam Pendidikan dan Riset
Ketua Departemen IPTP, Fakultas Peternakan IPB University, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari komitmen departemen dalam mendukung program internasionalisasi kampus serta penguatan kompetensi mahasiswa di bidang-bidang strategis.
“Kami percaya bahwa transfer ilmu dari institusi ternama dunia seperti Seoul National University akan sangat memperkaya wawasan mahasiswa, mendorong kolaborasi riset, serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa mendatang,” ujar beliau dalam sambutannya.
Kegiatan kuliah tamu ini diharapkan tidak hanya menambah pengetahuan mahasiswa mengenai teknologi terbaru di bidang konservasi genetik unggas, tetapi juga menjadi inspirasi dalam pengembangan riset-riset inovatif di Fakultas Peternakan IPB, terutama yang berorientasi pada pelestarian ternak lokal sebagai bagian dari warisan genetik nasional.





