Pakar IPB University Muhamad Baihaqi Ingatkan, Daging dan Jeroan Kurban Jangan Dicampur!
Penulis: Agus Sopyan Editor: Zair Mahesa
Hari Raya Idul Adha 1446 H identik dengan hari raya kurban. Seluruh umat muslim di dunia termasuk Indonesia akan merayakannya dengan melaksanakan Shalat Ied dan penyembelihan hewan kurban. Dalam pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, tentunya harus memperhatikan syarat rukunnya, juga yang tidak kalah penting yang harus diperhatikan adalah kebersihan dan penanganan daging kurban selama pelaksanaan penyembelihan dan pencacahan dagingnya. Penanganan daging kurban yang baik sudah barang tentu akan menghasilkan kualitas daging kurban, bersih dan higienis dan tetap aman untuk dikonsumsi masyarakat penerima manfaat.
Dosen Fakultas Peternakan IPB University, Dr Muhamad Baihaqi dalam keterangan tertulisnya kepada DeskJabar.com, Selasa, 27 Mei 2025 menjelaskan, ada sejumlah tantangan dalam pengelolaan daging kurban yang kerap diabaikan, mulai dari proses penyembelihan hingga distribusi. “Penyembelihan dan pengolahan daging kurban sering dilakukan di tempat terbuka tanpa standar sanitasi yang baik, sehingga meningkatkan risiko kontaminasi mikroba,” katanya.
Selanjutnya Dr Baihaqi menekankan pentingnya penanganan yang higienis guna mengurangi risiko tersebut. Dan menganjurkan panitia kurban untuk memisahkan area penanganan kotor (seperti penyembelihan dan pengulitan) dari area bersih (seperti pemotongan dan pengemasan). Kemudian Dr Baihaqi yang juga sebagai Dosen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan (IPTP) IPB University ini menekankan pentingnya pengemasan yang benar. Dan Ia menganjurkan daging serta jeroan sebaiknya dikemas secara terpisah, agar tidak terkontaminasi bakteri serta daging yang telah diproses pengemasan sebaiknya segera didistribusikan.
“Daging sering kali dicampur dengan jeroan saat dikemas. Ini berisiko tinggi karena jeroan dapat mempercepat kontaminasi,” jelasnya.
Bagi masyarakat penerima daging kurban, Dr Baihaqi menyarankan agar segera memisahkan daging dari bagian lain seperti jeroan dan tulang, membersihkan bagian yang kotor, serta menyimpannya dalam freezer jika tidak langsung dimasak. Menurutnya, kualitas daging kurban juga dipengaruhi oleh kondisi ternak sebelum disembelih. Ia menyarankan agar ternak diangkut menggunakan transportasi yang layak, diberi makan dan minum yang cukup, serta diistirahatkan sebelum penyembelihan guna meminimalkan stres. Lalu Dr Baihaqi juga menyoroti aspek logistik distribusi. Ia menjelaskan bahwa daging kurban umumnya tidak melalui proses pendinginan, sehingga harus segera ditangani dan didistribusikan guna mencegah kerusakan.
Akan tetapi dalam kondisi tertentu, di tengah keterbatasan distribusi, ia juga menyebutkan ada juga lembaga qurban berinovasi melakukan pengolahan daging kurban menjadi produk siap saji seperti rendang atau dendeng kaleng. “Namun inovasi ini membutuhkan biaya dan peralatan lebih mahal dibanding pembagian dalam bentuk mentah,” ucapnya. “Penanganan daging kurban dengan baik, tidak hanya menjaga kualitas daging, tapi juga menjadi bagian dari ibadah yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab,”pungkasnya.***
Sumber Artikel berjudul ” Pakar IPB University Muhamad Baihaqi Ingatkan, Daging dan Jeroan Kurban Jangan Dicampur! “, selengkapnya dengan link: https://deskjabar.pikiran-rakyat.com/jabar/pr-1139367419/pakar-ipb-university-muhamad-baihaqi-ingatkan-daging-dan-jeroan-kurban-jangan-dicampur?page=2
#IPB Digdaya



