Modernisasi Peternakan Sapi Perah, Dr. Iyep Komala Kenalkan Aplikasi ‘D-Ruminansia’ di ILDEX 2026
TANGERANG — Di tengah gempuran iklim ekstrem El Niño dan derasnya arus impor produk susu, industri peternakan sapi perah rakyat di Indonesia dihadapkan pada tantangan keberlanjutan yang krusial. Menjawab persoalan tersebut, Dosen Fakultas Peternakan IPB University sekaligus Sekretaris Jenderal Himpunan Alumni Fakultas Peternakan (HANTER) IPB, Dr. Iyep Komala, S.Pt., M.Si., memaparkan strategi konkret dalam Seminar Nasional HANTER IPB pada ajang ILDEX Indonesia 2026 di Hall 5–6 ICE BSD City, Tangerang.
Dalam forum internasional tersebut, Dr. Iyep menegaskan pentingnya transformasi digital dan standarisasi tata kelola guna menjaga daya saing serta ketahanan peternak lokal di tengah dinamika industri global.
Mendorong Efisiensi Manajemen Lewat Inovasi Digital “D-Ruminansia”
Dalam pemaparannya yang bertajuk “Strategi Pemeliharaan dan Manajemen Sapi Perah Rakyat,” Dr. Iyep menyoroti bahwa keterbatasan akses terhadap data presisi dan pencatatan (record keeping) berbasis manual kerap menjadi titik lemah bagi peternak skala kecil.
Untuk mengatasi tantangan ini, ia memperkenalkan D-Ruminansia, sebuah aplikasi berbasis digital yang dirancang khusus untuk mempermudah peternak dalam memantau siklus reproduksi, efisiensi pakan, hingga kondisi kesehatan ternak secara real-time.
Penerapan GDFP: Kunci Akses Pasar dan Mutu Susu Nasional
Selain digitalisasi, Dr. Iyep juga mendorong penguatan implementasi Good Dairy Farming Practices (GDFP) atau Tata Cara Budidaya Sapi Perah yang Baik. Penerapan standar sanitasi, kenyamanan kandang (animal welfare), serta nutrisi yang terukur dinilai menjadi syarat mutlak agar susu dari peternak lokal mampu bersaing secara kualitas dengan produk impor.
| Aspek Tantangan Peternak | Solusi Strategis yang Ditawarkan | Dampak Terhadap Peternakan Rakyat |
| Klimatologis & Pakan (Dampak El Niño) | Penerapan formula pakan terukur & efisiensi rasio | Menjaga stabilitas produksi susu di cuaca ekstrem |
| Manajemen Harian (Pencatatan manual) | Digitalisasi pemantauan via aplikasi D-Ruminansia | Keputusan manajemen presisi dan berbasis data harian |
| Daya Saing Pasar (Tekanan produk impor) | Standarisasi kualitas lewat panduan GDFP | Peningkatan higiene & penerimaan industri pengolahan |

Sinergi Ekosistem untuk Kemandirian Pangan
Ajang ILDEX Indonesia 2026 menjadi momentum strategis bagi para pemangku kepentingan untuk menyelaraskan arah kebijakan, riset akademis, dan praktik di lapangan. Dr. Iyep menutup paparannya dengan mengingatkan bahwa penguatan peternakan rakyat bukan hanya soal ekonomi peternak semata, melainkan juga menjadi benteng pertahanan bagi kedaulatan pangan nasional.
Sinergi antara kampus, asosiasi alumni, peternak, dan industri diharapkan dapat merealisasikan peta jalan peternakan sapi perah modern yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan di Indonesia.



