Summer Course DIPTP Fapet IPB University 2026 Hadirkan Perspektif Global untuk Pengembangan Peternakan Tropis Berkelanjutan
BOGOR – Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan (DIPTP), Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University kembali memperkuat kiprahnya dalam pendidikan peternakan berwawasan global melalui Summer Course 2026: “New Horizons in Interdisciplinary Tropical Animal Production through Smart Precision Farming for Sustainability, Climate Resilience, and Global Partnership.” Kegiatan yang berlangsung secara hybrid ini mempertemukan mahasiswa, dosen, akademisi, dan praktisi dari berbagai latar belakang untuk membahas perkembangan mutakhir dalam produksi ternak tropis, teknologi pertanian presisi, keberlanjutan, dan ketahanan terhadap perubahan iklim.
Summer Course DIPTP merupakan program yang telah diselenggarakan secara berkelanjutan sejak 2018. Dari tahun ke tahun, program ini terus berkembang dengan meningkatnya partisipasi internasional serta semakin luasnya jejaring akademik yang dibangun. Pada 2026, DIPTP Fapet IPB University menyelenggarakan kegiatan ini melalui kolaborasi dengan Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universiti Putra Malaysia (UPM).
Rangkaian kegiatan dilaksanakan pada 28 Juli–11 Agustus 2026, dengan format pembelajaran yang memadukan kegiatan daring dan luring. Sesi perkuliahan hybrid dilaksanakan pada 28 Juli–1 Agustus, dilanjutkan dengan kegiatan field excursion di Malaysia pada 3–7 Agustus, serta rangkaian International Student Conference and Innovation Challenge (ISCIC) yang menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mempresentasikan gagasan dan inovasi mereka.
Salah satu kekuatan utama Summer Course 2026 adalah keterlibatan berbagai narasumber internasional. Melalui sesi kuliah dan diskusi yang diselenggarakan secara online maupun offline, peserta mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan akademisi dan praktisi dari lingkungan internasional. Kehadiran para narasumber tersebut memberikan perspektif yang lebih luas mengenai tantangan dan peluang pengembangan peternakan tropis di tengah perkembangan teknologi serta perubahan iklim.
Materi yang dibahas tidak hanya berfokus pada aspek produksi ternak, tetapi juga mencakup pendekatan interdisipliner dalam membangun sistem peternakan yang lebih efisien, adaptif, dan berkelanjutan. Konsep smart precision farming menjadi salah satu perhatian penting, terutama dalam pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi produksi sekaligus mendukung ketahanan sistem peternakan terhadap perubahan lingkungan.
Format hybrid yang diterapkan juga memberikan fleksibilitas sekaligus memperluas akses terhadap pembelajaran internasional. Peserta dapat mengikuti kuliah bersama para ahli dari berbagai negara secara daring, kemudian memperkuat pengalaman akademiknya melalui kegiatan lapangan dan kunjungan langsung. Kegiatan field excursion di Malaysia memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat penerapan teknologi dan pengelolaan peternakan secara nyata, sekaligus memahami konteks sosial dan budaya di lingkungan peternakan negara mitra.
Selain memperkaya wawasan akademik, Summer Course 2026 menjadi sarana penting untuk membangun jejaring dan kolaborasi internasional. Pertemuan antara peserta dari berbagai institusi membuka peluang pertukaran pengetahuan, pengembangan kerja sama penelitian, serta terciptanya hubungan akademik yang dapat berlanjut setelah program berakhir.
Kegiatan ini juga menegaskan komitmen Fapet IPB University dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi tantangan industri peternakan masa depan. Integrasi antara ilmu produksi ternak, teknologi presisi, keberlanjutan, ketahanan iklim, dan kemitraan global menjadi fondasi penting dalam membangun sistem peternakan tropis yang inovatif dan tangguh.
Bagi mahasiswa, pengalaman mengikuti Summer Course menjadi kesempatan untuk tidak hanya memperoleh pengetahuan dari ruang kelas, tetapi juga mengembangkan kemampuan komunikasi lintas budaya, berpikir kritis, berdiskusi dengan komunitas akademik internasional, serta menyampaikan gagasan dalam forum global. Sementara bagi institusi, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat internasionalisasi pendidikan dan memperluas kemitraan strategis di bidang peternakan.
Melalui Summer Course 2026, DIPTP Fapet IPB University kembali menunjukkan bahwa pengembangan peternakan tropis membutuhkan kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara. Dengan mempertemukan keilmuan, teknologi, pengalaman lapangan, dan perspektif global, program ini diharapkan dapat melahirkan gagasan serta inovasi baru untuk mendukung sistem produksi peternakan yang produktif, berkelanjutan, dan tangguh menghadapi tantangan perubahan iklim di masa depan.



