Dosen IPB Berikan Sosialisasi Kesejahteraan Hewan dan Higiene Sanitasi Kurban bagi Panitia Pemotongan Hewan di Jakarta Utara

Jakarta, 23 Mei 2026 – Dalam rangka meningkatkan kompetensi panitia pelaksanaan ibadah kurban, Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Kota Administrasi Jakarta Utara bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Penerapan Kesejahteraan Hewan dan Higiene Sanitasi pada Pemotongan Hewan Kurban. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 23 Mei 2026, bertempat di Masjid Raudhatul Jannah PLTU Muara Karang, Jakarta Utara.

Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 50 peserta yang terdiri atas pengurus masjid dan panitia pemotongan hewan kurban dari berbagai wilayah di Jakarta Utara. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menerapkan prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare), higiene, dan sanitasi selama proses pemotongan hewan kurban hingga distribusi daging kepada masyarakat.

Acara dibuka oleh Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Utara, Novy C. Palit, S.Pt., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peningkatan kapasitas panitia kurban agar pelaksanaan penyembelihan hewan kurban dapat dilakukan secara benar, aman, dan sesuai dengan prinsip kesejahteraan hewan serta keamanan pangan.

“Panitia kurban memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan hewan ditangani dengan baik sebelum disembelih, proses penyembelihan berjalan sesuai syariat dan kaidah teknis, serta daging yang dihasilkan aman dan layak dikonsumsi masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Muhamad Baihaqi, Ketua Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan IPB University, hadir sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Dr. Baihaqi menyampaikan berbagai aspek teknis yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan kurban, mulai dari pemilihan hewan kurban yang sehat dan memenuhi syarat, penanganan ternak sebelum penyembelihan untuk meminimalkan stres, hingga tata cara penanganan daging pasca penyembelihan yang higienis.

Materi yang disampaikan meliputi teknik seleksi ternak kurban berdasarkan kondisi kesehatan dan performa fisik, prinsip-prinsip kesejahteraan hewan selama pengangkutan dan penampungan, prosedur penanganan ternak menjelang penyembelihan, serta pengelolaan karkas dan daging agar terhindar dari kontaminasi mikrobiologis.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai estimasi hasil daging yang dapat diperoleh dari berbagai jenis ternak kurban. Dalam sesi tersebut, Dr. Baihaqi memaparkan contoh perhitungan produksi karkas dan daging berdasarkan hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan oleh tim peneliti Fakultas Peternakan IPB University. Informasi ini dinilai penting untuk membantu panitia dalam merencanakan distribusi daging kurban secara lebih tepat dan transparan kepada masyarakat penerima manfaat.

“Pemahaman mengenai persentase karkas dan estimasi daging yang dihasilkan sangat membantu panitia kurban dalam menyusun perencanaan pembagian daging secara lebih akurat. Data-data ini kami peroleh dari hasil penelitian yang dilakukan di IPB sehingga dapat menjadi acuan ilmiah dalam pelaksanaan kurban,” jelas Dr. Baihaqi.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas berbagai permasalahan yang sering ditemui panitia kurban di lapangan, seperti penanganan ternak yang agresif, teknik restraining yang aman, pengelolaan jeroan, hingga upaya menjaga kebersihan lingkungan selama proses pemotongan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pengurus masjid dan panitia kurban dapat menerapkan praktik pemotongan hewan kurban yang lebih baik, memperhatikan aspek kesejahteraan hewan, serta menghasilkan daging kurban yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH) bagi masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi diharapkan dapat terus diperkuat guna mendukung peningkatan kualitas pelaksanaan ibadah kurban di wilayah DKI Jakarta.