23 Petani PALAKKURI Bogor Mantapkan Usaha Kolektif lewat Sertifikasi Nasional Bersama Dr. Afton
RRI.CO.ID, Bogor – Kelompok Usaha Pertanian PALAKKURI di Kawasan Nanggung, Kabupaten Bogor, resmi mengikuti proses Sertifikasi SASPRI Nasional pada Selasa 21 April 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kelembagaan kelompok tani agar semakin solid, profesional, dan mampu menjawab tantangan usaha pertanian modern berbasis kolektif.
Sertifikasi tersebut diikuti oleh 23 anggota PALAKKURI yang kini semakin mantap menjalankan usaha pertanian secara berjamaah. Langkah ini dinilai strategis dalam mendorong terwujudnya petani yang berdaulat sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggota melalui pengelolaan usaha yang terorganisir.
Sejumlah pihak turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya penilai sebaya dari SASPRI Kawasan Cijeruk, Kabupaten Bogor, serta dari SASPRI Kawasan Taman, Pemalang, Jawa Tengah. Hadir pula perwakilan SASPRI Nasional, Dr. Afton Atabani, serta panitia sertifikasi Nadya Asima Gravita yang memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai standar.
Wali Kawasan PALAKKURI, Didih Radiatna, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya sertifikasi tersebut. Ia menilai kehadiran para penilai dari berbagai daerah dan tingkat nasional memberikan dorongan moral sekaligus masukan konstruktif bagi pengembangan kelompok ke depan. “Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berkembang dan memperbaiki tata kelola kelompok,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dr. Afton Atabani menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan konsistensi dalam organisasi. Menurutnya, keberhasilan usaha kolektif sangat ditentukan oleh soliditas anggota dan komitmen terhadap visi bersama. Ia juga mendorong anggota untuk terus belajar dan bekerja keras guna mencapai kemandirian dan kesejahteraan petani.
Selain fokus pada penguatan kelembagaan, PALAKKURI juga menyatakan kesiapan sebagai produsen hasil pertanian untuk memasok kebutuhan sayur dan buah bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kabupaten Bogor. Komitmen ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis, dengan memastikan ketersediaan pangan segar, berkualitas, dan berkelanjutan.
Sertifikasi SASPRI Nasional yang diikuti PALAKKURI bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas tata kelola kelompok, memperkuat kapasitas manajemen usaha tani, serta mendorong penerapan praktik pertanian yang berkelanjutan. Selain itu, sertifikasi ini juga membuka peluang akses yang lebih luas terhadap program pemerintah, pendampingan teknis, dan jejaring kemitraan.
Didih Radiatna menambahkan, bertambahnya jumlah anggota menjadi 23 orang serta keberhasilan mengikuti sertifikasi menjadi motivasi baru bagi seluruh anggota untuk bekerja lebih giat secara gotong royong. Ia menegaskan bahwa pesan tentang kekompakan dan konsistensi akan menjadi pedoman utama dalam menjalankan usaha ke depan, termasuk dalam memenuhi kebutuhan pasokan pangan untuk SPPG.
Ke depan, PALAKKURI berkomitmen mengembangkan usaha berbasis komoditas unggulan lokal serta memperluas jaringan kemitraan dengan berbagai pihak, mulai dari SPPG, pedagang sayur, hingga masyarakat luas di Kabupaten Bogor. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan anggota sekaligus berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan daerah.
Kelompok Usaha Pertanian PALAKKURI juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya sertifikasi, termasuk para penilai dan perwakilan SASPRI dari berbagai kawasan. Mereka mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus bersinergi dalam pemberdayaan petani Indonesia, demi mewujudkan kedaulatan pangan yang berkelanjutan.
Sumber:
https://rri.co.id/bogor/regional/2356554/23-petani-palakkuri-bogor-mantapkan-usaha-kolektif-lewat-sertifikasi-nasional?nocache=true



